1.600 KUS di Jawa Timur: Saat Sekolah Jadi Inkubator Wirausaha Nyata

.600 Kelompok Usaha Siswa di Jawa Timur: Ketika Sekolah Jadi Inkubator Wirausaha Nyata

Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM — Di acara Millennial Entrepreneur Awards (MEA) 2025 di ITS Surabaya, ratusan siswa SMA Double Track memamerkan hasil karya mereka. Ada yang menjual minuman herbal, membuat produk fashion dari kain limbah, hingga konten digital kreatif. Inilah wajah baru dunia pendidikan di Jawa Timur: sekolah yang bukan hanya mencetak lulusan, tapi juga melahirkan wirausaha muda.

Program SMA Double Track Jatim tahun ini resmi mencatat rekor MURI dengan pembentukan 1.600 Kelompok Usaha Siswa (KUS) dari 144 sekolah, melibatkan sekitar 9.600 siswa.

Total omzet seluruh KUS dari Januari hingga Agustus 2025 tercatat mencapai Rp4,7 miliar — angka yang tidak kecil untuk sebuah program pendidikan berbasis sekolah.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemprov Jatim untuk menyiapkan generasi muda yang siap mandiri, tidak hanya siap kerja.

Di salah satu SMA Double Track di Malang, sekelompok siswa memilih bidang kuliner lokal. Mereka belajar membuat camilan berbahan dasar singkong dan pisang — produk sederhana, tapi dijalankan dengan semangat wirausaha.

Dengan bimbingan guru dan pelatihan dari dunia usaha, mereka belajar cara mengemas produk, menjual lewat media sosial, bahkan menghitung laba rugi sederhana.
“Awalnya banyak yang malu menawarkan produk,” kata seorang guru pembimbing. “Tapi begitu mereka melihat ada yang membeli, rasa percaya dirinya tumbuh luar biasa.”
Mungkin angka penjualan mereka belum besar. Namun nilai sebenarnya bukan pada omzet — melainkan pada keberanian mencoba, gagal, dan belajar lagi.

Dari kisah ini, kita melihat perubahan pola pikir besar di dunia pendidikan. Bahwa belajar tidak berhenti di ruang kelas, dan sukses tidak selalu menunggu ijazah datang.

Siswa-siswa ini sedang belajar hal yang sering luput dari sistem pendidikan formal: percaya diri, komunikasi, kolaborasi, dan daya tahan terhadap kegagalan.
Program seperti Double Track ini mengajarkan satu hal penting:

“Kemandirian bukan dimulai dari punya modal besar, tapi dari punya keberanian untuk mulai.”

Melihat semangat mereka, mungkin kita semua perlu bercermin. Jika anak SMA bisa mulai berwirausaha dari ruang kelas, apa alasan kita untuk tidak memulai sesuatu hari ini?

Kadang, inspirasi datang dari tempat paling sederhana — dari meja belajar, dapur sekolah, atau halaman tempat siswa berjualan. Jawa Timur sedang menulis bab baru dalam dunia pendidikan dan kewirausahaan. Dan harapan kita semua, bab berikutnya bisa ditulis oleh generasi berikutnya.

//YP

Need Help? Chat with us